Hutan bagi sebagian pihak hanya seonggok kawasan yang belum terjamah dan dikelola oleh manusia. Terpinggirkan dari konsep permasalahan lingkungan hidup lain yang sering kita bicarakan seperti limbah dan sampah, pencemaran lingkungan dan perubahan iklim.
Padahal hutan memberikan peranan yang signifikan dalam aspek kehidupan di muka bumi diantaranya mencakup:
-
Mengurai Karbon Dioksida (CO2) menjadi Oksigen (O2)
-
Menyediakan makanan dan obat-obatan bagi masyarakat sekitar
-
Memberikan perlindungan akan “bencana alam” seperti banjir, longsor dan abrasi
-
Serta berbagai manfaat lain yang sangat besar untuk kami utarakan
LindungiHutan adalah platform crowdplanting penggalangan dana online untuk konservasi hutan dan lingkungan
32,711M
Donasi Alam
1.3Jt
Pohon Tertanam
66.9k
Sahabat Alam
2.6k
Kampanye Alam
Mudah dan Berkelanjutan, jawaban yang kita tawarkan pertanyaan “Mengapa memilih untuk menanam pohon?” dari kamu.
Mudah sebab siapa saja mampu untuk memulai dan melakukannya, serta Berkelanjutan dampak positif yang kita ambil dari pohon yang tumbuh.
Apa yang bisa kamu lakukan di LindungiHutan?
LindungiHutan mengajak kamu tanpa memandang nama, jabatan, kedudukan, warna kulit, suku, ras maupun agama guna terlibat “Bersama Menghijaukan Indonesia”.
Karena pilihan yang kita tapaki mustahil untuk kami jalani sendiri. Awali langkah kamu menjadi penggalang yang menyerukan kebaikan bagi alam bersama LindungiHutan.
#AlamRaya: Rayakan Bersama Alam
Pilih Lokasi
Isi Informasi
Bagikan Tautan
Pohon Ditanam
Yayasan Lingkungan Nusantara Indah juga merupakan salah satu lembaga yang mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara ilmiah dan Pembinaan langsung kepada masyarakat, untuk mengembangkan kemampuan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah sebagai wahana pendidikan dan pemberdayaan dalam membantu mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Pengamalan ilmu pengetahuan, Pemberdayaan lingkungan hidup dan UMKM serta sosial oleh pengurus Yayasan Lingkungan Nusantara Indahi sebagai pembimbing pemberdayaan harus senantiasa dilandasi niat dan motivasi yang murni untuk mengabdi melalui metodologi ilmiah, baik dalam perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya.
YLNI telah menjadikan kegiatan penghijauan dan rehabilitasi mangrove sebagai salah satu fokus utama gerakan lingkungan hidup di wilayah Pantura. Jenis mangrove yang ditanam antara lain Rhizophora mucronata (bakau hitam), Avicennia marina (api-api), dan Sonneratia alba (perepat) — ketiganya dikenal memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir berlumpur dan gelombang laut yang kuat.
Namun, keluarga Mak Jah memutuskan untuk tetap tinggal di Desa Bedono dan melakukan penanaman untuk memulihkan lingkungan. Pada tahun 2017, LindungiHutan hadir untuk mendukung semangat Mak Jah dalam menanam pohon. Pohon mangrove terus ditanam untuk menghijaukan kembali Desa Bedono dan mencegah abrasi meluas.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Pengolahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Dengan menanam pohon di lokasi ini, diharapkan dapat tercipta kawasan hijau yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah longsor, memperkuat cadangan air tanah, serta menghadirkan udara yang lebih sehat bagi masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan penanaman juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan.
Melalui keterlibatan aktif Komunitas Pecinta Alam Ibu Pertiwi bersama warga juga Kelompok Petani Hutan, program penanaman ini bukan hanya sekadar penghijauan, melainkan gerakan nyata untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang.
Kecamatan Kronjo memiliki potensi maritim yang besar berkat letak geografisnya di pesisir utara Tangerang. Berikut adalah poin penting pengembangannya:
-
Wilayah Utama: Fokus pada Desa Kronjo, Muncung, dan Pagedangan Ilir.
-
Potensi Alam: Keberadaan hutan mangrove sebagai pelindung ekosistem dan habitat biota laut.
-
Ekonomi & Infrastruktur: Didukung oleh pusat pendaratan ikan (PPI), pelabuhan perikanan, serta budidaya bandeng dan udang.
-
Sosial & Wisata: Hubungan sosial antarwilayah terjalin melalui perdagangan ikan dan wisata religi di Pulau Cangkir.
-
Tantangan: Perlunya manajemen yang tepat agar pemanfaatan sumber daya tidak merusak lingkungan pesisir yang rentan.
-
Desa Lontar merupakan Desa yang memiliki wilayah pantai yang sangat luas. Alam Desa Lontar memiliki keindahan yang luar biasa terutama keindahan lautnya, berbagai biota dasar laut yang memiliki beragam spesies terumbu karang dan berbagai bioata lainnya, ini jarang dijumpai di Daerah lain, hal ini disebabkan Indonesia beriklim tropis sehingga berbagai faktor yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan semua jenis biota laut terdapat disini. Selain itu Desa Lontar juga Mempunyai Hutan Mangrove yang indah dan tumbuh kembang dengan subur sebagai faktor utama keanekaragaman hayati yang mendorong sebagai keindahan dan menjaga kelestarian lingkungan pesisir
Secara umum hutan bakau atau mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :
-
Mencegah Intrusi Air Laut.
-
Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai.
-
Sebagai pencegah dan penyaring alami.
-
Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa
-
Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir
Desa Margagiri adalah salah satu desa di Desa Margagiri merupakan salah satu pemerintahan yang ada di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pada masa silam Desa Margagiri merupakan desa yang nyaman, dan masih memiliki suasana alam yang sejuk. Selain itu banyak persawahan dan lautan. Berjalannya waktu demi waktu Desa Margagiri sekarang berubah. Persawahan banyak diperjualbelikan untuk dijadikan pabrik. Selain itu lautan juga menjadi sasaran ditimbuni tanah. Salah satunya di kampung Solor, lautan dijadikan sebagai jalan berlalu lalangnya kendaraan truk dan tronton yang membawa barang dengan kapasitas berat berasal dari pabrik. Akibatnya udara yang kurang sehat tercemar pada warga desa Margagiri.
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon Mangrove di sana. Pohon mangrove bermanfaat menjaga daratan dari abrasi dengan pembentukan sedimen baru. Selain itu, hasil mangrove juga dapat dimanfaatkan untuk usaha olahan oleh masyarakat sekitar.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Pusat pengendalian dan pemanfaatan sampah
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Desa Wotan, menurut sejarah kata WOTAN berasal dari suku kata WOT dan AN. wot adalah kayu besar yang melintang dari barat ke timur yang berada di telaga minum desa Wotan.WOTAN ( Wotan Ujur ngeTAN) jadi lah WOTAN. Penanaman pohon dilakukan di Hutan Panceng yang merupakan kawasan hutan jati dan mahoni yang dikelola Perum Perhutani Tuban, menjadi satu-satunya kawasan hutan di Gresik. Wilayah ini mencakup area Wotan hingga Prupuh, menawarkan potensi ekowisata seperti Bukit Larangan, perkemahan Mahoni, serta fokus pada pelestarian ekosistem.
Pada tahun 2019, LindungiHutan membangun hubungan kemitraan dengan mayarakat sekitar untuk turut menyemarakkan penanaman pohon Mangrove di Pesisir Tangkolak. Tanaman , mangrove mampu menahan air masuk ke daratan, menjaga tanah pesisir dari ancaman abrasi, dan menambahkan keindahan pantai-pantai di Dusun Tangkolak. Selain itu, adanya mangrove dapat mendukung masyarakat dalam membangun wisata bahari seperti wisata diving, snorkling, dan meseum Barang Muatan Kapal Tenggelam jaman kolonial.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Wisata bahari terumbu karang
- Meseum bawah laut Barang Muatan Kapal Tenggelam
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Melalui kampanye alam, LindungiHutan sejak tahun 2019 ikut andil dalam kegiatan penanaman di Ekowisata Mangrove PIK. Pohon mangrove dipilih karena akarnya dapat mengendapkan lumpur sehingga mencegah intrusi air laut ke daratan. Selain itu, hasil olahan mangrove juga dapat dimanfaatkan warga untuk kegiatan usaha yang menunjang wisata.
Pelajari lebih lanjut terkait Ekowisata Hutan Mangrove PIK, Jakarta Utara
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Untuk menangani abrasi yang terjadi, pada tahun 2022 LindungiHutan turut andil dalam memfasilitasi penanaman mangrove. Pohon mangrove berperan dalam mehanan ombak yang dapat mengikis daratan. Penanaman mangrove berguna untuk melestarikan keberadaan kawasan mangrove yng sudah dimanfaatkan menjadi tempat wisata. Masyarakat bisa melakukan pengembangan potensi wisata menjadi wisata edukasi. Kawasan Mangrove Wonorejo memiliki keberagaman dan keunikan ekosistem yang menarik untuk diamati dan dipelajari.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan menjaga keutuhan ekowisata mangrove.
Potensi Pengembangan Program
- Pusat penelitian Mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Hutan mangrove di Geopark Ciletuh, khususnya di sekitar Pantai Cikadal dan Desa Mandrajaya, menjadi salah satu daya tarik wisata yang menarik untuk dijelajahi. Geopark Ciletuh sendiri diakui sebagai UNESCO Global Geopark, yang menekankan pentingnya konservasi bentang alam dan keanekaragaman hayati, termasuk ekosistem mangrove.
- Lokasi Utama: Area konservasi tersebar di sekitar Pantai Cikadal dan pesisir Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
- Keanekaragaman Hayati: Area seluas 10 hektare ini dipenuhi oleh vegetasi mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis.
- Aktivitas Pelestarian: Sebagai kawasan UNESCO Global Geopark, lokasi ini sering menjadi pusat aksi penanaman bibit pohon pesisir untuk mencegah abrasi.
- Akses & Potensi Wisata: Pengunjung dapat menikmati suasana pesisir yang tenang dan mengamati ekosistem mangrove yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Konservasi (POKMASI).
Abrasi dan banjir kerap terjadi sehingga perbaikan ekosistem perlu dilakukan dengan penanaman mangrove. Mangrove ditanam di sekitar pesisir untuk menjaga garis pantai. Usaha penanaman mangrove telah LindungiHutan lakukan sejak tahun 2020 dengan dukungan dari warga sekitar.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Di tahun 2019, LindungiHutan hadir untuk turut mendukung kegiatan penanaman pohon oleh warga sekitar. Pohon mangrove difungsikan untuk mencegah intrusi air laut ke daratan. Masyarakat sekitar juga mengembangkan potensi mangrove melalui kegiatan wisata dan usaha olahan hasil mangrove.
Selengkapnya...
Biodiversitas
- 64 jenis burung
- 8 jenis mamalia
- 3 jenis reptil
- 2 spesies flora
- 12 fauna dengan status konservasi tinggi
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Usaha olahan hasil mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
LindungHutan mulai mencanangkan Kawasan Hutan Mangrove Ambulu sebagai salah satu tempat penanaman pohon mangrove sejak tahun 2022. Dengan adanya program ini diharapkan hutan mangrove dapat lestari kembali dan kerusakan alam di daerah Ambulu berkurang. Mangrove memiliki manfaat untuk yang besar pada tanah dan perairan pertanian di daerah Ambulu.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Sejak tahun 2021, LindungiHutan telah melakukan kampanye penanaman bersama masyarakat di Kawasan Hutan Mangrove Caplok Barong. Dengan ditanamnya mangrove, biota laut disana memilki tempat berlindung dan mendapatkan banyak sumber makanan. Langkah ini diharapkan dapat membantu keberlangsungan Hutan Mangrove Caplok Barong dan membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar. Kekayaan sumber daya yang ada pada Mangrove Caplok Barong menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan serta meningkatkan hasil tangkapan ikan untuk nelayan.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Tidak seperti pantai lainnya yang memiliki hamparan pasir, Pantai Pasir Kadilangu justru berupa hamparan hutan mangrove di sepanjang pantai. Selain sebagai kawasan wisata, hutan ini juga ditujukan sebagai bentuk aksi konservasi hutan bakau di Kabupaten Kulon Progo sejak 1999 . Baru sejak 2016, setelah pohon-pohon bakau di sini tumbuh subur dan besar, kawasan ini dikembangkan menjadi obyek wisata yang bermanfaat.
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Kegiatan Agroforestri di Desa Pangalengan, Bandung, Jawa Barat masih dalam proses pengembangan untuk mengurangi laju deforestasi dan erosi yang terjadi. Melalui Kelompok Tani Hutan Mulya Sejahtera, dengan dilakukannya penanaman pohon kayu di lahan-lahan yang bukan untuk lahan produksi dapat berfungsi mengurangi laju erosi dan meningkatkan fungsi ekologi hutan.
- Penanaman di Kawasan Kritis: Kegiatan penanaman pohon baru-baru ini dilaksanakan di kawasan kritis di KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) Margamulya, bekerja sama dengan Yayasan Lindungihutan dan Dinas Kehutanan Jawa Barat (Dishut Jabar).
- Program "Jumat Menanam": Pelaksanaan program "Jumat Menanam" untuk penghijauan lingkungan juga pernah dilakukan di SDN Pasirmulya 2 Desa Margamulya, melibatkan berbagai pihak termasuk penyuluh kehutanan dan pegiat alam setempat.
- Inisiatif Lain di Pangalengan: Di tingkat Kecamatan Pangalengan secara umum, terdapat berbagai inisiatif reforestasi lain yang melibatkan Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menanam ribuan pohon di berbagai lokasi seperti Gunung Pangalengan dan Cisanti.
Mangrove Rhizophora sp. ditanam oleh LindungiHutan dengan menggandeng warga sekitar untuk mencegah abrasi. Penanaman mangrove juga bertujuan untuk menjaga ekosistem sekitar yang menjadi tempat bagi hewan endemik yaitu lutung jawa dan bangka beluok. Masyarakat sekitar juga memanfaatkan mangrove untuk kegiatan wisata dan usaha hasil olahan.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata Mangrove
- Usaha olahan hasil mangrove
- Konservasi lutung jawa dan bangka beluok
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pantai Banji bukan sekadar tepian laut — ia adalah garis hidup bagi masyarakat pesisir Tanjakan. Di balik debur ombak dan angin laut yang lembut, tersimpan ancaman nyata: abrasi yang perlahan menggerus daratan dan salinitas yang mulai merembes ke lahan pertanian warga. Bila dibiarkan, sawah produktif yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat akan berubah menjadi tanah asin yang tak lagi subur.
Menanam mangrove di lokasi ini bukan hanya tindakan konservasi — ini adalah langkah penyelamatan ekosistem dan ekonomi lokal.
Akar-akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai benteng alami, menahan hempasan ombak dan mencegah tanah pesisir terkikis. Lebih dari itu, lapisan akar yang rapat juga menjadi filter alami yang menghambat masuknya air laut ke area persawahan. Hasilnya, kualitas tanah tetap terjaga, tanaman padi tetap tumbuh, dan kehidupan petani tetap berlanjut.
Selain manfaat ekologis, kawasan mangrove Pantai Banji juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan dan wisata hijau berbasis masyarakat. Penanaman mangrove di sini akan menjadi simbol gotong royong antara alam dan manusia — menumbuhkan harapan baru bagi desa pesisir untuk hidup selaras dengan lingkungannya
Dengan demikian, Pantai Banji layak menjadi prioritas utama dalam program rehabilitasi pesisir dan ketahanan pangan daerah.
Menanam mangrove di sini bukan hanya menanam pohon — tetapi menanam masa depan bagi tanah, laut, dan generasi yang akan datang.
Pantai Banji bukan sekadar tepian laut — ia adalah garis hidup bagi masyarakat pesisir Tanjakan. Di balik debur ombak dan angin laut yang lembut, tersimpan ancaman nyata: abrasi yang perlahan menggerus daratan dan salinitas yang mulai merembes ke lahan pertanian warga. Bila dibiarkan, sawah produktif yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat akan berubah menjadi tanah asin yang tak lagi subur.
Menanam mangrove di lokasi ini bukan hanya tindakan konservasi — ini adalah langkah penyelamatan ekosistem dan ekonomi lokal.
Akar-akar mangrove yang kuat berfungsi sebagai benteng alami, menahan hempasan ombak dan mencegah tanah pesisir terkikis. Lebih dari itu, lapisan akar yang rapat juga menjadi filter alami yang menghambat masuknya air laut ke area persawahan. Hasilnya, kualitas tanah tetap terjaga, tanaman padi tetap tumbuh, dan kehidupan petani tetap berlanjut.
Selain manfaat ekologis, kawasan mangrove Pantai Banji juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi lingkungan dan wisata hijau berbasis masyarakat. Penanaman mangrove di sini akan menjadi simbol gotong royong antara alam dan manusia — menumbuhkan harapan baru bagi desa pesisir untuk hidup selaras dengan lingkungannya
Dengan demikian, Pantai Banji layak menjadi prioritas utama dalam program rehabilitasi pesisir dan ketahanan pangan daerah.
Menanam mangrove di sini bukan hanya menanam pohon — tetapi menanam masa depan bagi tanah, laut, dan generasi yang akan datang.
Di tahun 2017, LindungiHutan mulai berkontribusi untuk masyarakat sekitar dengan menanam pohon cemara laut. Cemara laut dapat mencegah abrasi pada pantai karena memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap air laut dan guncangan angin kencang. Terjaganya keindahan pantai diharapkan menjadikan Pantai Karangmalang potensi wisata yang diminati masyarakat.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman cemara laut untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pohon mangrove ditanam oleh LindungiHutan sejak tahun 2017 berfungsi untuk mengatasi abrasi yang terjadi. Pemulihan ekosistem mangrove selanjutnya dapat meningkatkan perekonomian warga melalui kegiatan wisata. Selain itu, mangrove juga berperan dalam perbaikan sistem budidaya tambak yang merupakan pusat ekonomi warga setempat.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Ekowisata mangrove
- Sistem tambak berkelanjutan
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Mangrove Rhizophora ditanam oleh LindungiHutan untuk menjerat sedimen tanah dengan harapan daratan baru dapat muncul. Selain itu, penanaman mangrove juga berfungsi untuk menambah estetika kawasan wisata. Kegiatan penanaman mangrove ini telah menggandeng masyarakat sekitar sejak tahun 2017.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
KPLPB DPW beltim, bekerja sama dan memdampingi kelompok petani dan nelayan di berbagai daerah Belitung, termasuk di Desa Mengkubang. Melalui kegiatan restorasi mangrove, tidak hanya akan berkontribusi pada perbaikan lingkungan mangrove, namun juga pada penaikan kualitas dan pendapatan masyarakat di kemudian hari, terutama masyarakat pesisir. Selain itu, melalui kegiatan restorasi ini, menjadi alat untuk menginformasikan dan membangun kesadaran masyarakat terkait dengan isu-isu lingkungan hidup.
LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon tumbuhan berkayu/buahdi sana. Pohon mangrove bermanfaat menjaga daratan dari abrasi dengan pembentukan sedimen baru. Selain itu, hasil mangrove juga dapat dimanfaatkan untuk usaha olahan oleh masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob serta memperbaiki ekosistem yang rusak akibat aktivitas tambang
Potensi Pengembangan Program
Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi dan aktivitas tambang (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Untuk melakukan penanaman di zona 1, di butuhkan beberapa pendukung seperti pemecah gelombang yang terbuat dari kayu pancang serta di lapisi dengan waring pada sisi luarnya. Dengan pola jarak berumpun yang di bentengi dengan (pancang dan waring) akan menghasilkan gelombang yang kecil dan melemah sampai ke mangrove yang di tanam sehingga kondisi mangrove yang di tanam aman dari pukulan gelombang.
Karakteristik & Konservasi Mangrove Desa Pejarakan:
- CSR & Pengelolaan: Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sering dilakukan.
- Biodiversitas: Ekosistem ini menjadi habitat bagi berbagai biota laut, termasuk makrozoobentos (Gastropoda, Bivalvia), dengan kepadatan tinggi yang dipengaruhi oleh kekeruhan air, sebagaimana diteliti oleh Universitas Airlangga
- Fungsi Ekologis: Selain mencegah abrasi, hutan mangrove di Desa Pejarakan berfungsi menjaga kualitas air dengan menyaring polutan dari daratan.
Untuk menahan abrasi, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman pohon Mangrove Rhizophora di kawasan tersebut sejak tahun 2016. Akar Mangrove memiliki kemampuan untuk menahan dan mengendapkan lumpur sehingga dapat menahan laju ombak yang menerjang daratan. Penanaman mangrove juga dapat meningkatkan kualitas ekosistem setempat sehingga biota laut termasuk ikan dapat berkembang dengan baik.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Sistem tambak berkelanjutan
- Sistem penahan ombak
- Usaha olahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Untuk mengatasi hal tersebut, LindungiHutan bekerja sama dengan mitra petani di Pesisir Trimulyo sejak tahun 2017 melalui kampanye alam penanaman pohon. Pohon mangrove dipilih untuk kegiatan penanaman di lokasi ini karena akarnya mampu menahan sedimen sehingga mengurangi abrasi. Dengan demikian, aktivitas warga dapat kembali berlangsung dengan baik.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Usaha pengolahan hasil mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Penanaman di Pesisir Untia oleh LindungiHutan dilakukan sejak tahun 2021 untuk mengatasi masalah ini. Mangrove adalah pohon yang paling tepat untuk menghijaukan daerah ini karena akarnya dapat menahan ombak. Dengan demikian, mitigasi iklim dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana di daerah tersebut.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
KTH Halimun Lestari terlekat zona tradisional di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) beralamat di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Masyarakat yang tinggal di Zona tradisional Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak ini merupakan masyarakat hukum adat (MHA) Kasepuhan Sinar Resmi yang memiliki nilai hidup menjaga aturan adat, menjaga alam, selaras dengan alam dan sebagai penjaga hutan. Nilai tersebut merupakan warisan turun temurun yang dijaga hingga kini.
Bagi Masyarakat hukum adat (MHA) seperti kami yang tinggal di zona Taman Nasional Gunung Halimun Salak, hutan merupakan kesatuan ekosistem yang tergabung dengan kehidupan kami. Kami mengemban amanah untuk menjaga, hidup bersama dan selaras dengannya. Lokasi penanaman yang kami menyebutnya Pondok Injuk ini, sangat perlu dipulihkan. Dulu di titik lokasi ini terjadi penebangan pohon hutan yang begitu masif. Ada rangkaian oknum yang menebang pohon-pohon hutan di areal ini sehingga lokasi gundul.
Guna menangani masalah tersebut, LindungiHutan pada tahun 2022 merealisasikan program masyarakat Dukuh Sigempol untuk melakukan penanaman mangrove. Harapan penanaman ini adalah agar pohon mangrove dapat menahan intrusi air ke daratan. Dengan adanya pohon mangrove serta adanya mitos sekitar di Puau Hantu, masyarakat bisa menciptakan suatu kawasan wisata Mangrove yang unik dengan latar belakangnya.
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
- Pengolahan hasil hutan
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Untuk itu, LindungiHutan melalui kampanye alam melakukan penanaman mangrove sejak tahun 2022 sebagai upaya untuk menahan abrasi. Akar mangrove berfungsi untuk mengendapkan lumpur sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan. Perbaikan ekosistem magrove di Pulau Pari juga menunjang kegiatan wisata untuk meningkatkan perekonomian warga.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Ekowisata mangrove
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Sejak tahun 2018, LindungiHutan bersama masyarakat melakukan kegiatan konservasi dengan penanaman pohon nyatoh. Program ini diharapkan dapat memperbaiki ekosistem yang terdegradasi. Ekosistem gambut yang kembali pulih akan berdampak positif pada kehidupan satwa dan ekonomi masyarakat.
Program Utama
Penanaman Pohon Nyatoh untuk merestorasi ekosistem gambut
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's) dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon endemik way kambas di sana. Pohon tersebut bermanfaat menjaga daratan dari erosi, penghijauan, dan meningkatkan ekosistem hutan. Selain itu, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi serta edukasi untuk masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon endemik Way Kambas untuk edukasi masyarakat
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata Taman Nasional
- Kawasan Edukasi
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat erosi dan industri (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pada tahun 2022, LindungiHutan membantu masyarakat untuk melakukan penanaman pohon endemik way kambas di sana. Pohon tersebut bermanfaat menjaga daratan dari erosi, penghijauan, dan meningkatkan ekosistem hutan. Selain itu, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk konsumsi serta edukasi untuk masyarakat sekitar.
Program Utama
Penanaman pohon endemik Way Kambas untuk edukasi masyarakat
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata Taman Nasional
- Kawasan Edukasi
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat erosi dan industri (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Usaha konservasi kembali LindungiHutan galakkan di Teluk Benoa agar ekosistem mangrove pulih kembali. LindungiHutan bekerja sama dengan warga sekitar sejak tahun 2022 untuk kegiatan penanaman mangrove. Pohon mangrove ditanam untuk menahan abrasi serta memulihkan kondisi biota sekitar.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi.
Potensi Pengembangan Program
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasi program di lokasi ini turut mendukung Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi (SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga (SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau (SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon (SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar (SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar (SDG's 8)
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
Apa itu LindungiHutan.com?
LindungiHutan.com merupakan platform galang dana untuk konservasi hutan dan lingkungan
Bagaimana saya tahu LindungiHutan.com legal?
Yayasan Lindungi Hutan resmi terdafar di Kemenkumham dengan tanda daftar yayasan No. AHU-0004022.AH.01.12.Tahun 2018 dan memiliki izin pengumpulan sumbangan melalui SK Kemensos No. 37/HUK–PS/2026.
Mengapa harus berpartisipasi dalam #KadoBumi?
- Gratis dan Mudah
- Donasi yang terkumpul akan kami salurkan kepada mitra penggerak yang telah berkolaborasi dengan LindungiHutan.com untuk dilakukan penanaman pohon
- Memperoleh halaman situs ekslusif yang dapat kamu bagikan ke orang lain dan sosial media
- Setiap donatur (pemberi hadiah) akan mendapatkan sertfikat digital sebagai apresiasi dan bukti dukungan atas upaya penghijauan di Indonesia
Apa yang perlu saya siapkan?
Gambar sampul dan deskripsi. Kamu bisa cek beberapa referensi kampanye alam (klik tautan)
Bagaimana saya menghubungi LindungiHutan untuk info lebih lanjut?
Hubungi kami melalui nomor WhatsApp (WA) 0813-2918-2514 atau klik ikon yang tersedia di halaman ini.
Dukungan Untuk Alam
Angeline Hidayat
Kado untuk Sally - Masa Depan HijauSelamat ulang tahun mba Sally. Love u ???? .. Lihat selengkapnya
Vania
Reforestathon Semarang: Gerakan Bareng Hijaukan Pesisir TambakrejoAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Phie lian huat
Reforestathon Kendal: Solusi Hijau untuk Bumi yang TangguhAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Elisa sumiarti
Reforestathon Pantai Indah Kapuk: Alam Lestari, Hidup BerseriAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
HSADA
Reforestathon Semarang: Gerakan Bareng Hijaukan Pesisir TambakrejoSemoga Jasa kebajikan ini mengalir ke arah penghancuran noda batin, menjadi jalan merealisasi nibbana, Sm .. Lihat selengkapnya
Rio Ananda Andriana
Reforestathon Semarang: Gerakan Bareng Hijaukan Pesisir TambakrejoSemoga menjadi berkah dan manfaat untuk generasi di masa yang akan datang, dan menjadi sebaik-baiknya ama .. Lihat selengkapnya
arinal hanifan
Merayakan Diri dengan Merawat BumiAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Ni Luh Putu Rani Febrianti
Reforestathon Semarang: Gerakan Bareng Hijaukan Pesisir TambakrejoAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
SittyNf
Roots with Harry Vaughan : 100 Mangrove for a Pure FutureAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya
Siti Nurfadzilah
Reforestathon Semarang: Gerakan Bareng Hijaukan Pesisir TambakrejoAku jadi merasa lebih berguna Yuk terus hijaukan Indonesia .. Lihat selengkapnya