Ayo, bersama palka dan lindungi hutan kita bersama sama mengumpulkan bibit mangrove untuk ditanam di kawasan ini. Setiap kamu membeli produk palka, 5% dari laba penjualan kami salurkan untuk kegiatan ini. Terima kasih sudah bersama sama menyelamatkan bumi kita ini.
hai, Kami adalah pengrajin kertas daur ulang dan pembuat buku handmade dari jogja. Setiap kamu membeli produk kami, berarti kamu turut berperan dalam kegiatan penanaman ini.
Dalam 10-20 tahun terakhir, pengikisan daratan oleh air laut terus terjadi di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. Hingga saat ini 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi tersebut. Warga terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan sehingga mereka melakukan relokasi tempat tinggal. Kerusakan ini disebabkan oleh faktor alam maupun aktivitas manusia.
Penelitian menyebutkan bahwa faktor manusia yang memicu terjadinya banjir rob adalah reklamasi di pesisir Kota Semarang utamanya di kawasan Pantai Marina dan Pelabuhan Tanjung Emas pada tahun 1985. Selain itu, intensifikasi lahan tambak yang merambah ke kawasan mangrove di tahun 1990, turut mengakibatkan timbulnya abrasi di sebagian besar pesisir desa Bedono. Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, pada tahun 2011 ekosistem mangrove di Kabupaten Demak sekitar 8 % dalam kondisi rusak. Rusaknya hutan mangrove turut melemahkan pertahanan wilayah daratan di sekitar pesisir Kabupaten Demak terhadap dinamika alam yang berasal dari arah laut, seperti arus, gelombang, pasang surut, dan angin.
Apalagi, tingkat kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia, termasuk Jawa Tengah sangat tinggi akibat pembukaan lahan tambak, penebangan hutan mangrove dan pencemaran lingkungan. Imbasnya, luasan mangrove di Kabupaten Demak juga mengalami penurunan sekitar 8%-10% sejak tahun 1980 (Chafid et al., 2012).
Rusaknya vegetasi mangrove ini memperparah peristiwa erosi pantai (abrasi) dan rob yang terjadi di Desa Bedono. yaitu merubah peta wilayah Kabupaten Demak. Bukan hanya itu, 640 hektare lahan tambak yang menjadi penopang hidup warga ikut hilang tak berbekas.
Besaran Donasi yang diperlukan untuk melakukan penanaman dan perawatan pohon adalah
Rp 25,000/pohon.
Dalam 10-20 tahun terakhir, pengikisan daratan oleh air laut terus terjadi di Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah. Hingga saat ini 200 rumah penduduk tenggelam akibat abrasi tersebut. Warga terpaksa kehilangan mata pencaharian sebagai nelayan dan merelokasi tempat tinggalnya.
Namun, keluarga Mak Jah memutuskan untuk tetap tinggal di Desa Bedono dan melakukan penanaman untuk memulihkan lingkungan. Pada tahun 2017, LindungiHutan hadir untuk mendukung semangat Mak Jah dalam menanam pohon. Pohon mangrove terus ditanam untuk menghijaukan kembali Desa Bedono dan mencegah abrasi meluas.
Selengkapnya...
Program Utama
Penanaman pohon mangrove untuk mencegah perluasan abrasi dan banjir rob.
Potensi Pengembangan Program
- Rumah pembibitan
- Pengolahan hasil mangrove
- Ekowisata mangrove
Mengapa Harus Mendukung Program Ini?
Partisipasiprogramdi lokasi ini turut mendukung
Pembangunan Keberlanjutan (SDG's)
dengan
- Mencegah degradasi lahan akibat abrasi(SDG's 15)
- Mengurangi dampak banjir di pemukiman warga(SDG's 15)
- Meningkatkan area tutupan hijau(SDG's 15)
- Membantu pengurangan emisi karbon(SDG's 13)
- Meningkatkan perekonomian petani dan warga sekitar(SDG's 1)
- Menyediakan jam kerja bagi warga sekitar(SDG's 8)
Bagaimana Cara Berdonasi ??
1. Klik Tombol “DONASI SEKARANG”
2. Input nominal yang akan di donasikanπ
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI), Go-
Pay dan Doku Wallet
4. Konfirmasi melalui WhatsApp, Website atau E-mail
5. Selesai
Anda Juga dapat melakukan Gabung Aksi penanaman dengan melakukan pendaftaran di
Tombol “Gabung Aksi”, biaya ditanggung peserta.
Salam Lestari !!